Beranda » Heritage & Culture » Jelajahi Kampung Wisata Baluwarti_Kampungnya Para Raja Surakarta

Kata Baluwarti berasal dari bahasa portugis (Baluarte) yang artinya benteng atau tembok istana, yang di dalamnya adalah tempat tinggal Raja bersama keluarga (Sentana Dalem), dan juga abdi dalem, yang menjaga budaya dan adat istiadat Jawa sekaligus melestarikan sebagai Khasanah kearifan lokal Kebudayaan di Indonesia. Sehingga menjadikan Kampung ini sebagai Kawasan Cagar budaya dengan peninggalan bernilai sejarah dan budaya di Kota Solo.

 

Pesona Baluwati

Keunikan Kampung Baluwarti terletak pada lingkungan dan rumah penduduknya yang berada didalam tembok keraton setebal 2 meter dan tinggi 6 meter, serta keindahan bentuk bangunan dilingkungan Baluwarti bercirikan arsitektur tradisional khas yang dipengaruhi arsitektur Jawa, Cina dan Eropa.

Bangunan tersebut diantaranya : nDalem Sasana Mulya, nDalem Mloyokusuman, nDalem Ngabean, nDalem Brotodiningratan, nDalem Mangkubumen, nDalem Purwodiningratan dan nDalem Surya Hamijayan, dimana pengunjung bisa memanjakan mata untuk menikmati keindahan arsitektur di lingkungan Baluwarti.

 

Satwa Pusaka “KEBO KYAI SLAMET”

Kerbau “Bule” atau Albino, satwa kesayangan Paku Buwono II, adalah ikon ritual kirab pusaka di malam satu suro atau tanggal 1 Muharram. Kerbau ini adalah hadiah dari Kyai Hasan Beshari dari Tegalsari, Ponorogo, sekitar abad 17.

Satwa ini akan berada di barisan paling depan sebagai pengawal atau “cucuk lampah” bagi pusaka keraton yang bernama Kyai Slamet, dan bisa dijumpai di Alun-alun Selatan (kidul) keratoon kasunanan surakarta.

 

Kuliner Khas Baluwarti

Cita rasa kuliner adalah salah satu keunggulan di Baluwarti, yaitu sajian nikmat, khas, unik untuk raja Kraton Surakarta yaitu : Beras Kencur, Ledre ndog, Geplak Jahe, Ampyang Jahe, Sekul Langgi, Wedang ndongo, Wajik Klethik, Penyonm dan Jenang Suran.

Selain sajian tersebut, wisatawan akan dijamu dengan kuliner legendaris kota solo, yaitu : nasi liwet, cabuk rambak, Uli, cethot, sate kere, Pecel Ndeso, tengkleng dan sebagai pencuci mulut yaitu : Wedang ronde, Wedang kacang, Wedang Asle dan Es Dawet.

 

Pertunjukan Seni & Budaya

Masyarakat Kampung Baluwarti memiliki keunikan tersendiri dalam bidang seni budaya lokal, sebagai cara merawat “nguri-uri” warisan peninggalan seni budaya dari lingkungan Kraton secara turun-temurun.

Adapun bentuk-bentuk seni budaya lokal tersebut antara lain : pelatihan tari, pelatihan karawitan, serta pelatihan seni dekorasi dan bahan “janur” atau daun pohon kelapa yang masih muda.

 

Kirab Budaya Suraloka Baluwarti

Sebuah gelaran tradisi warga Baluwarti pada pekan terakhir sebelum masuk bulan sura, diikuti oleh ratusan warga Baluwarti setiap tahunnya.

Perjalanan kirab dimulai dari sasana Mulya, Keraton Kasunanan, kemudian berjalan mengitari kompleks Keraton Kasunanan searah jarum jam, dengan menampilkan kreasi busana tradisional jawa, wayang orang, seni musik bambu, musik gamelan, hingga tari-tarian.

Selain itu, turut dikirab sebuah gunungan berisi hasil alam dan beragam makanan tradisional khas Baluwarti, sebagai makanan tradisional khas Baluwarti, sebagai jajanan kesukaan kerabat kerajaan pada masa lalu, yaitu : Ledre, Penyon, Ampyang dan Geplak.

 

Produk Kerajinan

Kampung Baluwarti mempunyai keunggulan produk budaya yang berciri khas, yang cocok dijadikan buah tangan ketika pulang, diantaranya : Kerajinan Keris/Tosan Aji, dan Kerajinan Pembuatan Rebab. Adapun pengunjung bisa mencoba berkreasi melukis/mewarnai wayang beber, membuat batik, dan mencoba mengenakan busana Jawa, yang dipandu instruktur berpengalaman.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.